Sistem BUS

Komputer tersusun atas beberapa komponen penting seperti CPU, memori, perangkat I/O. Sistem bus adalah penghubung bagi keseluruhan komponen komputer dalam menjalankan tugasnya. Bus sistem menghubungkan CPU dengan RAM dan mungkin sebuah buffer memory/memori penyangga (cache L2). Bus sistem merupakan bus pusat. Bus-bus yang lain merupakan pencabangan dari bus ini.


Prosesor, memori utama, dan perangkat I/O dapat dinterkoneksikan dengan menggunakan bus bersama yang fungsi utamanya adalah menyediakan jalur komonikasi untuk transfer data. Bus tersebut menyediakan jalur yang diperlukan untuk mendukung interrupt dan arbitrasi. Protokol bus adalah set aturan yang mengatur kelakuan berbagai perangkat yang terhubung ke bus yaitu kapan harus meletakkan informasi je dalam bus, menyatakan sinyal kontrol, dan lain sebagainya.
Bus merupakan lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebih perangkat. Karakteristik penting sebuah bus adalah bahwa bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama. Sejumlah perangkat yang terhubung ke bus, dan suatu signal yang ditransmisikan oleh salah satu perangkat ini dapat diterima oleh salah satu perangkat yang terhubungke bus. Bila dua buah perangkat melakukan transmisi dalam waktu yang bersamaan, maka signal-signalnya akan bertumpang tindih dan menjadi rusak. Dengan demikian, hanya sebuah perangkat saja yang akan berhasil melakukan transmisi pada suatu saat tertentu.
Sebuah komputer memiliki beberapa bus, agar dapat berjalan. Banyaknya bus yang terdapat dalam sistem, tergantung dari arsitektur sistem komputer yang digunakan. Sebagai contoh, sebuah komputer PC dengan prosesor umumnya Intel Pentium 4 memiliki bus prosesor (Front-Side Bus), bus AGP, bus PCI, bus USB, bus ISA (yang digunakan oleh keyboard dan mouse), dan bus-bus lainnya.
Bus disusun secara hierarkis, karena setiap bus yang memiliki kecepatan
rendah akan dihubungkan dengan bus yang memiliki kecepatan tinggi. Setiap
perangkat di dalam sistem juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada.
Sebagai contoh, kartu grafis AGP akan dihubungkan ke bus AGP. Beberapa
perangkat lainnya (utamanya chipset atau kontrolir) akan bertindak sebagai
jembatan antara bus-bus yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah kontrolir bus
SCSI dapat mengubah sebuah bus menjadi bus SCSI, baik itu bus PCI atau bus
PCI Express.
Pada intinya, bus sistem merupakan bus pusat. Sesungguhnya bus sistem
berhubungan dengan bus I/O, seperti yang terlihat di bawah ini. Gambar di
bawah ini tidak tepat benar, karena arsitektur yang sesungguhnya sangat rumit,
tetapi menunjukkan hal-hal yang penting, bahwa bus-bus I/O biasanya berasal
dari bus sistem.
Apa yang dilakukan bus I/O? Bus-bus I/O menghubungkan CPU dengan semua komponen yang lain, kecuali RAM. Data berpindah pada bus-bus I/O dari satu komponen ke komponen yang lain, dan data dari komponen-komponen lain ke CPU dan RAM. Bus-bus I/O berbeda dari bus sistem dalam kecepatan. Kecepatannya akan selalu lebih rendah dari kecepatan bus sistem. Telah bertahun-tahun, bermacam-macam bus-bus I/O telah dikembangkan.
Pada PC modern, biasanya akan ditemukan empat bus:
•Bus ISA, merupakan bus kecepatan rendah yang tua, segera akan dikeluarkan dari rancangan
PC.
•Bus PCI, merupakan bus kecepatan tinggi yang baru.
•Bus USB (Universal Serial Bus), merupakan bus kecepatan rendah yang baru.
•Bus AGP yang hanya digunakan untuk kartu grafis.

Masing Bus diatas memiliki spesifikasi, kecepatan berbeda , dan juga bentuk yang berbeda. Oleh sebab itu di bawah ini kami akan mencoba merinci spesifikasi Bus PCI dan Bus AGP, mengupas habis Bus PCI dan Bus AGP tersebut.

Daftar Pustaka:
http://www.scribd.com/doc/20951460/Sistem-Bus-Komputer

Control Unit dan Arithmatic Logical Unit

Suatu computer terdiri dari lima bagian utama yang mandiri secara fungsional yakni : unit input, unit memori, unit aritmatika dan logika, unit output dan unit control. Dengan skema sebagai berikut:


Di bawah ini akan saya uraikan secara detail mengenai Control Unit dan Arithmatic Logical Unit.
A.CU (Control Unit)
Processor terdiri dari CU (Control Unit) dan ALU (Arithmatic Logical unit). CU (control unit) adalah alat yang berfungsi sebagai unit control langsung dan menyelaraskan operasi-operasi dalam komputer (semua perangkat yang terpasang di komputer, mulai dari input device sampai output device). Sedangkan ALU sendiri bertugas melakukan aritmatika, perbandingan, dan operasi-operasi logika terhadap pengolahan suatu data.
Dalam pengimplementasiannya, control unit dapat dibagi menjadi dua yaitu hardwired dan μprogrammed. Hardwired biasanya digunakan dalam arsitektur RISC, sedangkan untuk μprogrammed digunakan pada arsitektur CISC.
Pada hardwire implementation control unit sebagai combinational circuit yang dibuat berdasarkan control signal yang akan dikeluarkan. Jadi untuk setiap control signal memiliki rangkaian logika tertentu pada control unit yang dapat menghasilkan control signal yang dimaksud. Secara umum untuk metode ini digunakan PLA (programmable logic array) untuk merepresentasikan control signal.
μ programmed implementation tidak menggunakan combinational circuit namun menggunakan μ instruction yang disimpan pada control memory. Proses untuk menghasilkan control signal dimulai dengan sequencing logic yang memberi perintah READ kepada control memory. Kemudian dilanjutkan dengan pemindahan dari CAR (control address register) ke CBR (control buffer register) isi dari alamat yang ditunjukan oleh control memory. Setelah itu CBR mengeluarkan control signal yang dituju dan alamat selanjutnya ke sequencing logic. Terakhir, sequencing logic akan memberikan alamat baru ke CAR berdasarkan informasi dari CBR dan ALU.
Kelebihan dari μprogrammed adalah lebih mudah untuk mengimplementasikan dan mendesain control unit. Selain itu dibandingkan dengan hardwired jauh lebih murah. Implementasi dari decoder dan sequencing logic dari μprogrammed merupakan logika yang sederhana, kemudahan untuk melakukan testing dan menambahkan instruksi baru serta dengan desain yang fleksibel. Sedangkan kelebihan dari hardwire adalah kecepatannya yang tinggi karena logika control unit langsung dibentuk menjadi rangkaian.
Input untuk control unit yaitu IR, flags, clock, dan control bus signal. Flags dan control bus signal memiliki representasi secara langsung dan signifikan terhadap operasi bila dibandingkan dengan IR dan clock. Untuk IR sendiri, control unit akan menggunakan operation code yang terdapat di dalam IR. Setiap operation code menandakan setiap proses yang berbeda. Proses ini dapat disederhanakan dengan digunakannnya decoder, decoder memiliki n input dan 2n output yang akan merepresentasikan opcode. Jadi input dari IR akan diterjemahkan oleh decoder sebelum menjadi input ke control unit. Clock digunakan untuk mengukur urasi dai micro operation, untuk mengantisipasi propagasi sinyal yang dikirimkan melalui data paths dan rangkaian prosesor maka periode dari setiap clock seharusnya cukup besar. Untuk mengatasinya digunakan counter yang dapat memberikan clock input bagi control singnal yang berbeda, namun pada akhir instruction cycle, control unit harus mengembalikan ke counter untuk menginisialisasikan periode awal.
Tugas dari CU adalah sebagai berikut:
1.Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
2.Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
3.Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
4.Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja.
5.Menyimpan hasil proses ke memori utama.

B.Arithmetic Logic Unit
ALU seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, adalah bertugas untuk melaksanakan operasi aritmatika dan logika. Dalam melakukan operasi ini, ALU juga membutuhkan tempat untuk menyimpan hasil operasinya untuk sementara waktu. Piranti penyimpanan ini terdiri dari sekumpulan register flip-flop yang masing-masing terdiri dari satu atau lebih flip-flop. Panjang setiap register didefinisikan sebagai banyaknya informasi maksimum yang dapat disimpan oleh register tersebut. Dalam register biner, panjangnya register sama dengan banyaknya digit biner maksimum yang dapat disimpan dan dalam register BCD, panjangnya register sama dengan banyaknya digit decimal yang dapat disimpan dalam register tersebut.
Hampir semua computer, khususnya mikroprosesor, memiliki register yang disebut dengan akumulator yang merupakan register utama untuk operasi arithmetic dan Logic. Register ini menyimpan hasil setiap operasi arithmetic atau operasi logic dan rangkaian penggerbangannya ditempelkan pada register ini, sehingga operasi yang perlu, dapat dilakukan pada isinya dan pada register lain yang berkaitan.

Operasi-operasi yang Dilakukan Oleh ALU
1.Operasi geser
Operasi geser adalah operasi yang memindahkan digit yang tersimpan dalam suatu register ke kedudukan baru dalam register tersebut. Operasi geser digunakan untuk instruksi KALI dan BAGI dari sebagian besar mesin dan juga menyediakan instruksi yang bisa dipakai programmer. Misalnya dalam mesin memiliki instruksi SHL (SHIFT LEFT) untuk perintah geser kiri dan SHR (SHIFT RIGHT) untuk perintah geser kanan.
Operasi geser kiri
Operasi geser kiri memindahikan setiap bit informasi dalam register ke kiri sebanyak digit yang telah ditentukan. Misalnya pada digit biner 000110 jika dilakukan operasi geser kiri sebanyak 1, maka setelah operasi digit itu akan menjadi 001100. Operasi itu juga berlaku pada bilangan desimal. Sebagai contoh 001234 jika dilakukan operasi geser kiri sebanyak 1 akan menjadi 012340.
Operasi geser kanan
Operasi geser kanan sama dengan operasi geser kiri, hanya bit akan bergeser ke kanan. Misalnya pada digit biner 000110 setelah dilakukan operasi geser kanan akan menjadi 000011. Begitu pula dengan operasi geser kanan pada bilangan desimal 001234 akan registernya akan berisi 000123.
2.Operasi dasar
ALU terdiri dari sejumlah register yang berfungsi menyimpan informasi untuk melaksanakan operasi pada informasi yang tersimpan dalam register itu dan untuk melaksanakan operasi antar register. Data yang tersimpan dalam flip- flop akan dioperasikan menurut cara berikut :
1.Register dapat direset sehingga semuanya 0.
2.Isi register dapat diiambil komplemennya sehingga menjadi komplemen 1 atau 2 untuk biner dan 9 atau 10 desimal.
3.Isi suatu register dapat digeser ke kiri atau ke kanan.
4.Isi register dapat ditambah atau dikurangi.
3.Perkalian biner
Hal yang perlu diperhatikan dalam perkalian biner adalah :
•Jika pengalinya 1, maka hasil kalinya adalah sama dengan yang dikalikan.
•Jika pengalinya 0, maka hasilnya 0.
Contoh : 1001
1101
1001
0000
1001
1001
1110101
Operasi yang diperlukan supaya komputer mampu melaksanakan perkalian dengan cara tersebut adalah
a.Kemampuan untuk mengindra apakah bit pengalinya 1 atau 0.
b.Kemampuan untuk menggeser hasil kali parsial.
c.Kemampuan untuk menjumlahkan hasil kali parsial.
Cara lain yaitu dengan menjumlahkan dua hasil perkalian yang pertama pada contoh di atas. Selanjutnya hasil kali parsial dapat ditambahkan pada jumlah tersebut dengan menggeser satu kedudukan ke kiri. Dan kemudian lakukan lagi hal yang sama sehingga semua hasil kali parsial telah dijumlahkan. Perkalian dapat dilakukan dengan mengambil setiap bit dalam pengali secara bergiliran, menambahkan yang dikalikan ke register kemudian menggeser setiap yang dikalikan ke kiri setiap bit pengali baru diambil. Hasil kali dibentuk dari penjumlahan hasil kali parsialnya. Hampir semua cara perkalian biner dilakukan dengan cara serupa.
4.Perkalian desimal
Perkalian desimal melibatkan lebih banyak hal daripada perkalian biner. Dalam perkalian biner, hasil perkalian adalah 0 atau bilangan itu sendiri. Sedangkan dalam perkalian desimal melibatkan tabel perkalian ditambah dengan pembawaan dan penambahan.
Perkalian dua digit desimal saja sudah melibatkan dua digit keluaran, misalnya 3 x 6 = 18. Dalam hal berikut, kita sebut hasil perkalian dua digit sebagai digit kiri dan digti kanan. Jadi hasil perkalian pada contoh tersebut 1 sebagai digit kiri dan 8 adalah digit kanan. Dan untuk 2 x 3 = 6 kia peroleh 0 untuk digit kiri dan 6 untuk digit kanan.
Untuk proses yang lebih cepat dapat dilakukan dengan membentuk hasil kali dengan memakai yang dikalikan dan digit terkanan dari pengali, selain itu dengan betul – betul membentuk hasil kali parsial kiri dan kanan yang diperoleh bila perkalian digit dengan bilangan, kemudian menjumlahkannya. Misalnya 6 x 7164 akan menghasilkan 2664 untuk perkalian digit kanan dan 4036 untuk digit kiri. Kemudian dijumlahkan.

5.Pembagian
Operasi pembagian merupakan operasi tersulit karena banyak memakan waktu yang dilaksanakan oleh ALU. Disebabkan karena dalam pembagian komputer harus melakukan “percobaan” dalam setiap langkah proses pembagian. Kemudian harus memeriksa apakah sisanya negatif.
Ada dua teknik umum melakukan pembagian dalam mesin biner, yaitu teknik pemulihan dan teknik tanpa pemulihan. Ketika melakukan pembagian, langkah pertama adalah mengkonversi pembagi dan yang dibagi menjadi besaran positif. Harga bit tanda dari hasil bagi harus disimpan ketika pembagian berlangsung. Jika tanda dari yang dibagi dan pembagi keduanya 0 atau 1, maka hasil bagi harus positif. Jika salah satu bertanda 1, hasil baginya negatif. Hubungan bit tanda hasil bagi dengan pembagi dan yang dibagi merupakan penambah kuarter atau hubungan OR ekslusif. Harga tanda yang betul dari hasil bagi kemudian diletekkan pada bit tanda dari register yang berisi hasil bagi.
6.Operasi logis
Selain operasi aritmetik, ada tiga operasi logis yaitu : perkalian logis, penambahan logis, dan penambahan modulo 2 (operasi eksklusif OR). Dalam operasi perkalian logis sering diacu sebagai ekstrak, masking, atau operasi AND. Aturan perkalian logis adalah 0.0=0 , 0.1=0 , 1.0=0 , 1.1=1. Andaikan isi register akumulator “dikalikan logis” dengan register lain, misalnya lima digit biner. Jika akumulator berisi 01101 dan lainnya 00111, isi operator setelah operasi itu 00101.
Operasi masking atau ekstraksi sangat berguna dalam “mengepak” kata komputer. Untuk menghemat tempat dalam memori dan menghimpun data yang berkaitan, beberapa potong informasi dapat disimpan dalam kata yang sama. Operasi penambahan logis, atau operasi jumlah modulo 2 juga tersedia dalam banyak komputer.

Daftar Pustaka:
http://students.ee.itb.ac.id/~stefanus/cu.html
www.wikipedia.org
http://blognapibelog.blogspot.com/2009/07/komponen-komponen-dari-unit-system.html
http://blog.math.uny.ac.id/linadwiarissetiani/2009/10/21/cara-kerja-processor/
Hamacher, C dkk. 2005. Organisasi Komputer Edisi 5. Yogyakarta : Andi
Tanenbaum, Andrew S. 1999. Organisasi Komputer Terstruktur Edisi 1. Jakarta: Salemba Teknika
Bartee, Thomas C. 1985. Digital Computer Fundamental. McGraw-Hill Inc.

Ketemu si Radit

2:07 PM 11/28/2010

hari ini aku ketemu si "kambing jantan" Raditya Dika =D di acaranya salah satu fakultas di kampus, FISIP, tepatnya diadain sama HIMASOS FISIP UNS.
nama acaranya "Creative Blogging with Raditya Dika. acara diawalai sama band pembuka gitu dari anak" HIMASOSnya sendiri, bagus, akustikan gitu.. terus ada band lokal, katanya si dari Sragen, nama bandnya aku lupa, lolilexpop band apa lolipopnya lupa deh aku.
keren udah record gitu katanya, tinggal nunggu di radio aja tu lagu..
abis itu ada teaternya, gokil gitu deh, gag cuman ceritannya, pemeinna juga gag kalah totla gokil, asli. abis ntu kelar langsung deh, tereng teng teng......
kita sambut RADITYA DIKA . . .!!! toeeenk . . . ternyata begitu ia tu orangnya, asli baru pertama ini aku liat langsung si Bang radit ini, ganteng, hahaha...seenggaknya dikit lebih ganteng dari gambar"nya dia di bukunya, poster, hahahaha... *jujur lho bang*
temen: seruangan itu pada histeris semua deh waktu si Bang Radit masuk...huaaaa..huaaaa..huaaaaa...... *OMG*

Efek Dicuekin Ospek

11:57 AM 9/26/2010

gw bingung mau ngapain hari ini! jadwal yang udah gw bikin semalem kaga ada yang jalan tepat waktu. bluncatan semua.
bisa" ada yang ga sempet dikerjain gara" giliran udah nyampe waktunya gw masih males" aja ngerjainnya.
kenapa coba gw jadi kaya begini. udah sendirian, kaga ada tu orang nyebelin satu emang hidup gw hampa banget.
walopun kalo ada diapun juga palingan berantem lah, ngajakin ribut mulu dah.
sungguh gw mau bilang jujur, ga enak banget gag ada tu orang!!
rrraaaaawwrrr.....!

terus mau begimana lagi?
adanya udah begini, tu orang mau dikatain kaya apaan juga tetep kaga bisa tiba" muncul,
tiba" ngirim message, atau tiba"hape gue berdering muncul namanya.

huwah...so impossible! jelas kaga mungkin!
ayolah terima aja keadaannya emang begini.
gw kaga bisa ngapa"in juga lagi..hiaaah.....gw bete! banget nget nget nget!

pagi tadi gue bangun jam 5,  itu aja gw tidurnya udah lewat jam 12 tenk semalem.
mana pulsa gw abis, ada sms kaga bisa bales..*maap ia*
abis absen tu sama Alloh, trus berikrar "gw bakalan bahagia hari ini!" gw dengan santenya tepar lagi di kasur..
wakakakak...

kaga ngarti tuh udah dimerem-meremin tetep aja pikiran otak gw ke mana", mikirin dia lagi apa, makan kaga tadi waktu berangkat, gila  aja bernagkat ospek jam 5!
ngapain aja sih gw jadi penasaran!

abis itu harusnya gw masak nasi,udah tanggal segini kan ngirit tuh..wehehe.. eh gw kaga nafsu buat sarapan pake nasi buatan gw sendiri!

gw mandi, setengah jam! hahaha...
ngrendem cucian, itu aja dah hapir 2 jam belum gw sentuh lagi, abis nulis ini dah gw cuci! hahaha..

kelar nyuci gw mau ngapain ia???
lyt ntar dueh.... =DDD

Butek ni

9:07 PM 9/26/2010

aku sanggup, aku sanggup, aku sanggup!
"apa sih yang ga bisa kamu lakuin?"
itu katamu buat meyakinkanku aku tu bisa!

aku bisa, aku yakin aku bisa.
'bisa karena terbiasa'?

aku takut kamu terbiasa!
aku takut kamu sanggup untuk melupakan aku karena terbiasa!
akhirnya, saat itu pun datang, di mana kamu mencapai puncak kesanggupanmu!

aku ga butuh janji! bukan janji darimu yang kumau!

lebih baik cepat"lah, mulailah dari sekarang, pergi jauh dariku!
aku mau tahu apa maumu, sekarang!
tolong bilang...aku ga mau janjimu, ga mau kamu cuma kasih aku janji"!

BUKTIKAN! aku mohon. untuk saat ini aku hanya percaya sama waktu, waktu mengubah segalanya!
ga ada yang bisa pungkiri itu.

KP_GERBANG LOGIKA

            Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian Logika. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplementasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor.
            Komputer digital adalah sebuah sistem digital yang melaksanakan bermacam-macam tugas komputasional.  Dalam computer digital, manipulasi informasi biner dilakukan oleh rangkaian-rangkaian logika yang disebut gerbang-gerbang (gates). Gates adalalah blok-blok piranti keras (hardware) yang menghasilkan sinyal-sinyal biner, 1 atau 0, jika persyaratan-persyaratan input logika dipenuhi.  Hubungan input dan output dari variabel biner untuk setiap gerbang dapat disajikan dalam sebuah tabel yang disebut “tabel kebenaran” (truth table).

Ada tujuh gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Gerbang logika inverter
Inverter (pembalik) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukannya.


 




Gb. simbol inverter


  1. Gerbang logika non-inverter
Berbeda dengan gerbang logika inverter yang masukannya hanya satu, untuk gerbang logika non-inverter singal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat bergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR). Di bawah ini adalah yang termasuk gerbang logika non-invrter:
    1. Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan juga harus tinggi (1).


 



Gb. simbol AND

    1. Gerbang OR
Gerbang OR mempunyai dua atau lebih masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.  Sifanya, jika salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka sinyal keluaran akan tinggi juga (1).


 





Gb. simbol OR

    1. Gerbang NAND (NOT AND)
Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Sifatnya adalah jika sinyal keluaran ingin rendah (0), maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).


 




Gb. simbol NAND


    1. Gerbang NOR (NOT OR)
Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran yang bersifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1), maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua masukan bitnya bernilai nol.



 





Gb. simbol NOR


    1. Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)
Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit tinggi (1) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan simyal keluaran yang bernilai tinggi (1).



 





Gb. simbol XOR


    1. Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)
Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin bernilai tinggi, maka sinyal masukannya harus bernilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).


 





Gb. simbol XNOR

Rahasia Cinta

Saat ini tatap mataku
Adakah kesungguhan di sana kau dapati
Seerat mungkin kau genggam tanganku
Dan rasakan kehadiranku untukmu

Cintaku bukan cinta sempurna
Tapi cukup hati ini kau miliki
Demikianlah luasnya hatiku sayang
Di sanalah tahta jiwa kupersembahkan

Kau jadi bagian hidupku
Saat ini dan kuharap juga esok nanti
Berharaplah kita selalu bersama
Di dalam cinta juga duka nestapa

Ingin kuhabiskan sisa hidup ini
Berdua selamanya
Berdua selamanya...

Ini sebuah cita cinta
Semoga bukan mimpi di siang hari
Atau kasih yang tak sampai...

Tak Berjudul I

Di sini, di sudut ruang ini bersarang anyaman rapi benang" halus putih tanpa mereka jamah. Coklat kayu rapuh terpaku kuat menopang. Sudut atap berlubang warna tak lagi sama. Angin buatan terburai dingin. Baling" ungu tak lelah berputar menebalkan debu di ujungnya. Dua lampion merah kecil tak bercahaya hinggap diam di bawah tetesan air langit. Ribuan lembar kertas putih abu" hanya terbaring lelah setelah mereka temani setiap malam dua bola mata yg lebih ingin terpejam. Kursi kuning berkarat menderitkan tengah pilu sunyi. Sang dua bola mata tetap terjaga batang kayu kecil berdiri. Detik jam terdengar hingga menusuk telinga menyanyikan sebuah irama teratur tanpa sadarinya membuat sang dua bola mata menemukan pasangan mereka. Enggan untuk berpisah. Saatnya baling" terhenti derit suara pintu mencari udara dingin. Sisa air langit basah. Sebuah senyum muncul kecil ke mana bintang setelah hitam awan habis terurai. Tak temu untuk malam ini. Malam" selanjutnya tetap begitu sulit. Petak ruang ini tetap menyaksikan detak kehidupan hingga sang waktu memaksa pergi. Lanjutkan nafas hingga masa" berakhir. Tiba untuk hati terbangun menemui penciptanya. Derai tangis melelahkan dua bola mata. Menyesakkan dada. Menyesalkan jutaan detik berlalu sia". Selalu memohon, selalu meminta. Terkulai lemah tubuh sejajar halus berharap marmer. Mata terpejam hati tak lelah agungkan nama itu. Bukan asa yang tertidur hasrat tak teraba. Mungkin kan kudapat lagi asa itu di sudut hati memulai 'tuk menata cinta. Kudapatimu telah singgah di bagian hati itu tersenyum. Indah. Tenang. Bangga mendapatkanmu 'kan tetap tinggal. Harapan mendapat sebuah manis bahagia tak lagi mampu menahan air mata kaki surgaku. Tak terhitung tangga yang tlah didaki peluh. Tangis hati bahagianya kan kudapatkan saat itu! Melihatku merangkul dunia. Menapak bumi kaki besar tak angkuh kuasai kunci kehidupan. Kan kuraih saat itu! Membawa yang kumiliki tinggal tetap di sisiku. Senyuman kembali ke sudut ruang tetap dengan untaian anyam halus benang tanpa terjamah.